Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah

Read More

Amongguru.com. Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menerbitkan Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini diterbitkan untuk memberikan panduan kepada madrasah dan para pemangku kepentingan lainnya dalam penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah.

Kurikulum madrasah mengemban dua amanat besar, yaitu membekali peserta didik kompetensi, sikap dan keterampilan hidup agar bisa menghadapi tantangan di zamannya dan juga mewariskan karakter budaya serta nilai-nilai luhur kepada generasi penerus bangsa agar peran generasi kelak tidak terlepas dari akar budaya, nilai agama dan nilai luhur bangsa.

Untuk menjalankan dua amanat besar tersebut, maka kurikulum harus selalu dinamis berkembang untuk menjawab tuntutan zaman. Perubahan akan terus terjadi. Hal yang abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Perubahan ini setidaknya terjadi pada tuntutan dunia global.

Dunia modern dan ekonomi global tidak lagi memberikan penghargaan besar terhadap seseorang karena apa yang diketahui, karena teknologi telah menyediakan pengetahuan yang dibutuhkan.

Akan tetapi, dunia modern lebih menghargai seseorang karena apa yang bisa dilakukan dengan pengetahuan itu. Dengan demikian, Kurikulum Madrasah tidak boleh hanya fokus kepada pengetahuan apa yang harus dikuasai peserta didik, namun lebih penting adalah membekali peserta didik kompetensi, sikap, keterampilan hidup (life skills), dan cara berpikir-bersikap untuk mengantisipasi dan menyikapi situasi yang selalu berubah.

Kurikulum Merdeka akan memandu memberikan pilihan-pilihan untuk membentuk karakter, menumbuhkan keberanian berpikir kritis, kreatif dan inovatif harus terus dikembangkan.

Selain itu, nilai-nilai agama sebagai ruh madrasah harus ditanamkan secara terintegrasi sejalan dengan implementasi kurikulum itu sendiri. Dengan demikian, nilai religiusitas mewarnai cara berfikir, bersikap dan bertindak seluruh warga madrasah dalam menjalankan praksis dan kebijakan pendidikan.

Guru sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan kurikulum tidak boleh terjebak menjadikan peserta didik sebagai penampung ilmu pengetahuan belaka.

Guru harus fokus kepada pembentukan karakter peserta didik, membekali kompetensi abad-21 dan keterampilan hidup dengan cara yang lebih kreatif sesuai kebutuhan peserta didik di eranya. Oleh karena itu, guru harus senantiasa meningkatkan kapasitas diri.

Diharapkan para guru secara bergotong royong, dengan semangat berbagi, perlu bergabung bersama komunitas-komunitas pendidikan untuk mengasah kompetensi dan memperluas wawasan terkini demi memberi layanan terbaik kepada kemaslahatan peserta didik.

Kurikulum Merdeka memberikan titik tekan fokus kepada peserta didik. Peserta didik menjadi sentral utama penerima manfaat kebijakan kurikulum ini.

Pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan untuk mengakomodir keberagaman. Model penilaian autentik-komprehensif yang mengakomodir beragam kecerdasan, menghargai bakat, minat dan sisi kemanusiaan lain terus dikembangkan.

Hasil evaluasi dan penilaian tidak lagi terfokus kepada capaian kognitif, tapi harus bisa menggambarkan profil kemanusiaan yang mencakup beragam kecerdasan. Dengan perspektif ini, maka peserta didik yang berprestasi bukan lagi tunggal.

Semua peserta didik madrasah adalah berprestasi, yaitu prestasi dalam bidangnya masing-masing, sesuai bakat, minat dan kecenderungannya.

Keberhasilan Kurikulum Merdeka di madrasah akan diukur sejauh mana kurikulum dapat merubah suasana kelas lebih membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, dan budaya belajar sepanjang hayat diwujudkan.

Dengan demikian capaian hasil belajar yang lebih bermakna dapat ditingkatkan secara efektif dan efisien. Pada gilirannya, perubahan suasana kebatinan kelas tersebut dapat membentuk karakter peserta didik, membekali kompetensi dan keterampilan hidup yang dibutuhkan pada kehidupan di zamannya.

Panduan Pengembangan Kurikulum Opeeasional Madrasah

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran pada satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah yang diberlakukan mulai tahun pelajaran 2022/2023.

Selanjutnya Kementerian Agama menetapkan kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.

Implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah pada dasarnya mengikuti kebijakan yang diterapkan di sekolah oleh Kemendikbudristek, namun dalam kondisi tertentu madrasah melakukan adaptasi sesuai kebutuhan pembelajaran pada madrasah dan penguatan pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang menjadi kekhasan madrasah.

Kesiapan dan kemandirian madrasah dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka sangat penting agar dapat mendorong terwujudnya perbaikan pembelajaran berkualitas di madrasah.

Sejalan dengan pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada madrasah, Kementerian Agama telah menerbitkan sejumlah panduan pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada Madrasah, salah satunya adalah Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional pada Madrasah,.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) merupakan dokumen yang berisi prinsip dan contoh strategi untuk memandu madrasah mengembangkan kurikulum operasionalnya.

Kurikulum Operasional Madrasah dikembangkan dan dikelola dengan mengacu kepada struktur kurikulum dan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah dan menyelaraskannya dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, madrasah dan daerah.

Di dalam menyusun kurikulum operasional, madrasah diberikan wewenang untuk menentukan format dan sistematika penyusunannya.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini meliputi komponen minimal yang ditetapkan oleh Kementerian dalam regulasi yang mengatur Struktur Kurikulum Merdeka dan satu komponen tambahan yaitu pendampingan, evaluasi dan pengembangan profesional yang dapat dilaksanakan oleh madrasah yang siap untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini memuat tentang; konsep kurikulum operasional madrasah, prinsip yang harus diperhatikan dalam proses pengembangan dan komponen-komponen kurikulum operasional madrasah yang harus dipenuhi.

Terdapat 4 (empat) komponen kurikulum operasional untuk mengatur sistem pembelajaran yaitu; 1) analisis karakteristik madrasah, 2) penyusunan visi, misi dan tujuan Madrasah, 3) pengorganisasian pembelajaran dan 4) perencanaan pembelajaran dan proses berpikir. Panduan kurikulum pada madrasah ini juga sudah diadaptasi dengan prinsip inklusifitas dalam layanan pendidikan di madrasah.

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Islam inklusif yang komitmen memberikan layanan pendidikan tanpa diskriminasi dan setara untuk semua anak bangsa.

Panduan ini digunakan bersama dengan dokumen-dokumen terkait, diantaranya: Panduan Pembelajaran dan Asesmen, serta Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin.

Dokumen-dokumen tersebut diharapkan dapat dibaca dan dipelajari dengan seksama sebagai penunjang Pengembangan Kurikulum Operasional di Madrasah.

Cara Menggunakan Panduan

Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah ini dibuat untuk membantu madrasah dalam mengembangkan kurikulum operasional yang kontekstual dan relevan bagi madrasah, terutama bagi peserta didik dalam mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin serta Capaian Pembelajaran yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Sedangkan untuk Raudhatul Athfal (RA) mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) yang tertuang dalam capaian pembelajaran.

Prinsip dokumen ini bertujuan untuk membantu proses berpikir dalam menyusun kurikulum operasional di madrasah. Panduan ini memberikan gambaran mengenai prinsip-prinsip dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kurikulum operasional serta tahapan pembelajaran.

Tahapan pembelajaran dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagi madrasah bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing-masing madrasah. Panduan ini juga berisi contoh-contoh strategi dan alat yang bisa dijadikan inspirasi pengembangan.

Akan tetapi, madrasah memiliki kewenangan untuk mengembangkan dengan cara lain selama selaras dengan tujuan utama dari kurikulum operasional madrasah. Khusus pada Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), kurikulum operasional madrasah adalah kurikulum implementatif yang disusun berdasarkan potensi madrasah, potensi daerah dan penyelarasan dengan mitra dunia kerja. Sedangkan MA Plus Keterampilan dapat mengadaptasi untuk penguatan pendidikan vokasinya.

Sasaran Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah

1. Kepala madrasah, dapat menggunakan dokumen ini untuk memimpin dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum operasional yang kontekstual dan memenuhi kebutuhan belajar peserta didik. Sebagai pemimpin proses belajar di madrasah, kepala madrasah perlu melakukan refleksi sebagai bagian aktivitas sehari-hari. Proses refleksi menjadi budaya dan kebiasaan yang dilakukan secara personal dan sebagai bagian diskusi dengan seluruh anggota civitasmadrasah.

2. Pendidik, dapat menggunakan dokumen ini untuk mengembangkan kurikulum yang diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan harapan peserta didik yang beragam di madrasah. Sebagai fasilitator proses belajar peserta didik di kelas, pendidik perlu mengembangkan rencana
pembelajaran, kemajuan pembelajaran (learning progression) dan asesmen yang dapat memberikan umpan balik efektif dan melibatkan peserta didik.

3. Kementerian Agama, dapat menggunakan dokumen ini untuk memberi bimbingan bagi madrasah dalam proses pengembangan kurikulum operasional yangsesuai dengan kondisi riil madrasah.

4. Pengawas Madrasah, diharapkan dapat mendorong tiap madrasah binaannya untuk mengembangkan kurikulum operasional secara kreatif dan inovatif. Selanjutnya madrasah dapat menjadikannya sebagai inspirasi dalam perencanaan pembelajaran yang dapat mengembangkan kompetensipeserta didik, pencapaian Profil Pelajar Pancasila dan
Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin.

5. Yayasan, pada madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat, diharapkan yayasan dapat berperan aktif memfasilitasi dan memberikan arah pencapaian visi, misi dan tujuan madrasah.

Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah diharapkan tidak menekankan pada pemenuhan aspek administrasi yang seragam. Namun lebih ditekankan pada aspek inovasi dan kreatifitas madrasah dalam mencapai visi, misi dan tujuan madrasah.

Visi, misi dan karakteristik/kekhasan madrasah.

1. Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum operasional madrasah mengatur struktur Kurikulum Merdeka meliputi:

a. Standar kompetensi lulusan;

b. Standar isi;

c. Standar proses; dan

d. Standar penilaian pendidikan.

2. Struktur Kurikulum

Struktur Kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah menjadi acuan Madrasah untuk mengembangkan kurikulum menuju tercapainya Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin dapat ditambahkan dengan kekhasan madrasah sesuai dengan visi, misi dan tujuan madrasah.

Struktur kurikulum ini berisi kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler dalam bentuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin. Khusus MA Kejuruan ditambah dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta tema kebekerjaan.

Bagi madrasah yang memiliki Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ditambahkan dengan layanan Program Kebutuhan Khusus dan program pasca madrasah yang meliputi program penguatan akademik dan penguatan ketrampilan pilihan bagi PDBK untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin.

Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah

Prinsip penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah adalah sebagai berikut.

1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.

2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik madrasah, konteks sosial budaya dan lingkungan serta dunia kerja dan industri (khusus MAK) dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (khusus madrasah inklusif).

3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di madrasah. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas dan mudah dipahami.

4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.

5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum madrasah melibatkan komite madrasah dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra dan dunia kerja (untuk MAK), di bawah koordinasi dan supervisiKementerian Agama sesuai dengan kewenangannya.

6. Pemerataan dan Peningkatan Mutu. Pengembangan kurikulum madrasah diorientasikan sebagai upaya pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan yang dapat memberikan akses pada semua peserta didik dan menghargai perbedaan termasuk PDBK.

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah

Di dalam penyelenggaraannya, Kurikulum Operasional Madrasah merupakan dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan dan terus dikembangkan.

Penyusunan dokumen kurikulum operasional di madrasah hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh Struktur Kurikulum Merdeka.

Bagi madrasah yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di madrasah Penyusunan Dokumen

1. Apakah madrasah sudah memiliki inspirasi kurikulum operasional di madrasah?

2. Apakah madrasah telah memiliki visi dan misi?

3. Siapa yang akan memfasilitasi dan terlibat di dalam penyusunan ini?

4. Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional oleh pemangku kepentingan internal? (kepala madrasah dan pendidik)

5. Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional di madrasah oleh pemangku kepentingan eksternal? (meliputi: orang tua, komite madrasah dan pemangku kepentingan lainnya yaitu, organisasi, berbagai sentra, serta mitra dunia kerja?

Proses penyusunan kurikulum operasional madrasah bersifat:

1. TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun demikian, satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk melakukan kreasi dan inovasi);

2. FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing madrasah yang berbeda).

Langkah-langkah Penyusunan Kurikulum Operasional

Langkah-langkah dalam menyusun KOM bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di madrasah terilustrasikan pada tergambar berikut.

Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Demikian Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional Madrasah. Semoga bermanfaat.

Adblock test (Why?)

Related posts