Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual Kurikulum Merdeka

Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual Kurikulum Merdeka

Read More

Amongguru.com. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek telah menerbitkan Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual pada Kurikulum Merdeka.

Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual pada Kurikulum Merdeka ini untuk memandu para tenaga pendidik agar dapat menyusun rancangan pendidikan yang sesuai untuk peserta didik berkebutuhan khusus, mengingat banyaknya permasalahan yang terjadi di lapangan.

Panduan Pendidikan Individual ini dikembangkan dengan melibatkan akademisi, praktisi, dan direktorat terkait. Sebagai dokumen hidup, panduan ini masih terus dikembangkan.

Latar Belakang

Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda-beda satu sama lain. PDBK membutuhkan layanan pendidikan sesuai dengan konteks situasi, kondisi, dan karakteristik kebutuhan khusus mereka masing-masing.

Salah satu bentuk layanan pendidikan bagi PDBK adalah layanan pendidikan secara individual yang saat ini disebut sebagai Program Pendidikan Individual (PPI) atau yang sebelumnya dikenal dengan istilah sebagai Program Pembelajaran Individual (PPI).

PPI dirancang khusus oleh tenaga pendidik diperuntukkan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan maupun hambatan akademik dan non akademik.

PPI diharapkan dapat melengkapi kurikulum reguler yang belum secara komprehensif memuat area yang relevan dengan kebutuhan PDBK.

PPI juga menampilkan struktur pembelajaran yang lebih sistematis, sehingga dapat membantu para pendidik memusatkan pembelajaran yang penting sesuai kemampuan PDBK.

Pada kenyataannya yang terjadi di sekolah luar biasa/sekolah khusus maupun satuan pendidikan penyelenggara Pendidikan inklusif, pemberian layanan pendidikan bagi PDBK belum dilakukan secara optimal.

Beberapa kejadian masih terdapat kondisi dimana layanan pendidikan bagi PDBK dilakukan secara berkelompok dalam satu kelas tanpa melihat adanya kebutuhan yang berbeda pada
masing-masing PDBK.

Berdasarkan beberapa penerapan di lapangan juga ditemukan bahwa terdapat pendapat tenaga pendidik yang merasa bahwa pemberian layanan pendidikan dalam bentuk PPI adalah hal yang merepotkan karena memerlukan waktu yang panjang dalam perencanaan, penerapan, dan evaluasinya.

Pendapat lain yang juga sering ditemukan dari tenaga pendidik adalah adanya rasa tidak percaya diri untuk membuat PPI secara mandiri karena merasa belum memiliki pengetahuan dan wawasan terkait PPI itu sendiri.

Rancangan PPI ada pula yang dibuat hanya mengacu pada kepentingan tenaga pendidik (teacher oriented) atau kurikulum (curricullum oriented) dibandingkan kepentingan peserta didik (student oriented) itu sendiri.

Berdasarkan banyaknya permasalahan yang terjadi di lapangan terkait penyusunan dan pelaksanaan PPI, maka buku panduan penyusunan dan pelaksanaan PPI bagi tenaga pendidik sangat diperlukan.

Tujuan

1. Tujuan Umum

Secara umum, tujuan panduan PPI adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi tenaga pendidik, kepala sekolah, dan pengawas dalam rangka memberikan layanan pendidikan bagi semua peserta didik, terutama PDBK.

2. Tujuan Khusus

Bagi Tenaga Pendidik dapat:

a. membuat rancangan PPI.

b. melaksanakan rancangan PPI.

c. merancang tindak lanjut berdasarkan asesmen formatif dan sumatif PDBK.

Baca : Panduan Implementasi Bimbingan Konseling BK pada Kurikulum Merdeka

Ruang Lingkup

Ruang lingkup panduan PPI meliputi pengertian, komponen, serta langkah penyusunan dan pelaksanaan PPI. Panduan PPI ini dapat digunakan di seluruh jenjang pendidikan.

Panduan ini disertai contoh pembuatan rancangan PPI berdasarkan kasus-kasus PDBK pada jenjang pendidikan SD, SMP, SMK. Contoh tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik di seluruh jenjang pendidikan.

Pengertian PPI

Program Pendidikan Individuali (PPI) atau Individualized Educational Program (IEP) diprakarsai oleh Samuel Gridley Howe pada tahun 1871.

PPI merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan yang ditujukan kepada peserta didik dengan status berkebutuhan khusus, yang sebelumnya dikenal sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kemudian penyebutannya saat ini disebut sebagai Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK).

Perbedaan karakteristik masing-masing PDBK sangat beragam sehingga mereka membutuhkan layanan pendidikan yang bersifat individual.

Program Pendidikan Individual (PPI) dapat diibaratkan sebagai kontrak tertulis antara pihak orang tua peserta didik dengan pihak sekolah tentang kebutuhan peserta didik dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan individu dengan status PDBK.

PPI meletakkan individu PDBK sebagai fokus utama tanpa melepaskan konteks situasi, kondisi, dan kekhasan atau karakteristik kebutuhan khusus mereka.

Keberagaman karakterisktik PDBK menuntut satuan pendidikan memiliki ketelitian dalam penentuan setiap PDBK memerlukan/tidak memerlukan PPI. PDBK yang tidak memerlukan dukungan/layanan khusus dalam akses kurikulum dan pembelajaran tidak memerlukan PPI, setiap PDBK yang memerlukan dukungan/layanan khusus sebagai akibat dari hambatannya, maka diperlukan PPI.

Penyusunan tujuan atau Capaian Pembelajaran (CP) pada PPI dapat berasal dari CP kurikulum reguler, CP kurikulum Pendidikan Khusus, dan CP alternatif yang disusun berdasarkan kebutuhan esensial PDBK.

CP altenatif dimungkinkan untuk disusun sendiri oleh tenaga pendidik, karena CP yang dibutuhkan secara esensial tidak terdapat pada CP kurikulum reguler maupun CP kurikulum Pendidikan Khusus.

PPI idealnya dirancang oleh Multi Disciplinary Team (MDT) yang terdiri atas pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga profesional lain yang memiliki informasi dan pemahaman mengenai peserta didik dalam rangka memberikan masukan penyusunan PPI. Pada kenyataannya, terdapat kondisi di mana tim PPI hanya terdiri dari pihak satuan pendidikan dan orang tua.

Prinsip-Prinsip PPI

Berdasarkan berbagai referensi, PPI dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar
berikut.

1. PPI bertujuan menyelaraskan antara karakteristik kebutuhan khusus dan tugas perkembangan PDBK dengan kurikulum dan pembelajaran dalam upaya mengembangkan potensi mereka secara optimal.

2. PPI berpusat pada peserta didik sebagai subjek yang dinilai aktif dan mampu belajar. Penyusunan PPI didasarkan pada karakteristik kebutuhan khusus.

Perkembangan dan minat peserta didik menjadi komponen penting yang dipertimbangkan dalam membuat rancangan PP.

3. Komponen PPI difokuskan pada kemajuan dan kebutuhan PDBK itu sendiri, sedangkan kurikulum digunakan sebagai rambu-rambu, bukan dititik beratkan sebagai target utama PPI.

4. PPI tidak hanya terbatas pada tujuan pembelajaran/kurikulum pembelajaran. Tujuan PPI juga dapat didasarkan prioritas penanganan berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Misalnya, terkait keterampilan hidup sehari-hari atau perilaku adaptif (Activity Daily Living/ADL).

5. PPI bersifat fleksibel terhadap berbagai perubahan dan kemajuan PDBK. Hasil akhir dari PPI sejatinya adalah kemandirian sehari-hari berguna bagi kehidupannya dan mampu berperilaku sesuai dengan lingkungannya (adaptif) sesuai dengan norma dan aturan sosial.

6. PPI merupakan kesepakatan bersama hasil kolaborasi antar banyak pihak (Multi Diciplinary Team/MDT), yaitu kesepakatan antara pihak satuan pendidikan, orang tua, dan tenaga ahli profesional lain yang berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan PDBK

Fungsi PPI

Fungsi PPI secara umum adalah:

1. menjadi sarana bagi peningkatan usaha untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih efektif;

2. meningkatkan komunikasi antar pihak-pihak yang berkepentingan untuk keberhasilan peserta didik berkebutuhan khusus dalam konteks pendidikan.

Fungsi PPI bagi peserta didik adalah sebagai berikut.

1. Menjamin setiap peserta didik berkebutuhan khusus memiliki program yang disesuaikan dengan kebutuhannya untuk mempertemukan karakteristik kebutuhan khusus mereka dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

2. Mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik kebutuhan mereka masing-masing.

3. Mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik tanpa terhambat kondisi dan kekhususan yang mereka alami.

Fungsi PPI bagi tenaga pendidik/pihak sekolah adalah sebagai berikut.

1. Memberikan tenaga pendidik arah pengajaran sesuai dengan kekuatan, kelemahan, dan minat PDBK.

2. Meningkatkan keterampilan tenaga pendidik yang melakukan asesmen tentang karakteristik kebutuhan belajar tiap peserta didik secara spesifik.

3. Melakukan usaha mempertemukan antara kebutuhan-kebutuhan belajar spesifik peserta didik masing-masing dengan kurikulum dan tujuan pembelajaran.

Langkah-Langkah Penyusunan PPI

Merujuk pada kerangka langkah-langkah penyusunan program pendidikan individual (PPI) menurut Kitano dan Kirby (1986) dalam Mulyono Abdurrahman (2009), berikut langkah-langkah penyusunan rancangan PPI.

1. Membentuk tim PPI. Tim PPI terdiri dari Multi Disciplinary Team (MDT) yang bertanggung jawab bersama membuat rancangan PPI.

Idealnya tim PPI terdiri dari pihak satuan pendidikan (kepala sekolah/ madrasah, tenaga pendidik kelas, tenaga pendidik bidang studi, guru pendidikan/pembimbing khusus (GPK), tenaga pendidik BK), orang tua, dan tenaga profesional terkait.

Pihak sekolah, orang tua, dan tenaga profesional saling berbagi mengenai penilaian peserta didik sesuai dengan kaca mata keahliannya masing-masing.

Tenaga ahli yang dimaksud antara lain dokter (dokter anak atau dokter spesialis lainnya seperti spesialis mata, THT, dan lain-lain), terapis okupasi atau fisik, penyedia pendidikan jasmani adaptif, psikolog, terapis wicara, dan lain semacamnya.

Jika pada kenyataannya tidak tersedia kelengkapan tim, maka tim PPI dapat disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan dan ketersediaan sumberdaya pendukung yang ada.

2. Melakukan asesmen diagnostik terkait kekuatan, kelemahan, minat, dan kebutuhan anak didasarkan dari berbagai aspek perkembangan seperti aspek emosi, sosialisasi, kognitif, bahasa, dan fisik/motorik.

3. Menentukan tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek dari rancangan PPI. Tujuan jangka panjang dalam pedoman ini adalah Capaian Pembelajaran (CP), sedangkan tujuan jangka pendek dalam pedoman ini adalah Tujuan Pembelajaran (TP) yang disusun sesuai kebutuhan khusus PDBK yang bersangkutan.

4. Penilaian (asesemen) anak.

Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual Kurikulum Merdeka selengkapnya dapat dibaca dan di unduh pada tautan berikut ini.

Unduh

Demikian Panduan Pelaksanaan Program Pendidikan Individual Kurikulum Merdeka. Semoga bermanfaat,

Adblock test (Why?)

Related posts